Kapolsek Mampang Prapatan Komisaris Polisi Priyo Utomo Teguh mengatakan, saat dirinya usai menunaikan salat Jumat, ada seorang perempuan dan seorang laki-laki yang dibawa oleh anggota Brimob ke kantornya.
"Sekitar jam setengah 2 siang, ada ramai-ramai di kantor. Ternyata, seorang anggota Brimob membawa korban pemukulan seorang perempuan Go-Jek yang dipukul di daerah Warung Buncit. Yang mukulnya pria gondrong," ucap Priyo kepada Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (25/7/2015) malam.
Priyo menuturkan, setelah mendapat laporan tersebut, anggotanya langsung mengantar korban ke Polsek Pancoran lantaran daerah Warung Buncit masuk Kecamatan Pancoran.
"Kita bukan ingin ping-pong ya, tapi memang masuk wilayah Polsek Pancoran kejadiannya. Anggota kita mendampingi dan mengantar korban itu," tutur dia.
Priyo menegaskan, pihaknya tidak lepas tangan dalam kasus tersebut. Meskipun kini proses hukumnya ditangani Polsek Pancoran.
"Awalnya kita tangani, kita dampingi sampai kita antar buatkan laporan ke Polsek Pancoran," tandas Priyo.
Ramai di Medsos
Pemukulan terhadap perempuan pengendara Go-Jek itu pun hangat di perbincangan di media sosial (medsos) seperti Facebook dan Twitter. Bahkan, sebuah foto pengemudi Go-Jek perempuan beredar di medsos. Dalam foto terlihat wajah pengemudi Go-Jek tersebut berdarah. Foto ini pun sontak mengundang beragam komentar.
Namun di laman akun resmi Go-Jek, @gojekindonesia, pemilik akun @tyasukamto menyatakan bahwa foto yang sempat dimuat di Twitter itu bukan korban pemukulan ojek pangkalan. Foto tersebut adalah korban kecelakaan tunggal di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
"Hi, mohon maaf, driver tersebut bukan karena di pukulin melainkan kecelakaan di fly over Tanah abang," tweet @tyasukamto.
Tak lama ia kemudian men-tweet lagi pernyataannya. "Saat ini sudah mendapatkan perawatan medis. Terimakasih."
Sebelumnya, ia men-tweet: "Apakah benar Ibu ini dipukuli oleh tukang ojek setempat karna dia bergabung dengan @gojekindonesia."




0 komentar:
Posting Komentar